“What counts in making a happy marriage is not so much how compatible you are, but how you deal with incompatibility. A great marriage is not when the perfect couple comes together. It is when an imperfect couple learns to enjoy their differences.”
Kepada Yth. Bapak / Ibu /Saudara/i
Nama Tamu


“ Dan di antara tanda-tanda (kebesaran) -Nya adalah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya "
Ar-Ruum ayat 21
Assalamualaikum Wr. Wb.
Dengan memohon rahmat dan ridho Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i, untuk menghadiri Resepsi Pernikahan kami.
The Bride

Eka Dewanti
Putri Pertama dari
Bapak Astabri
&
Ibu Evi Susanti
The Groom

M. Pratama Waliyuddin Bongga S.I.Kom
Putra Pertama dari
Bapak Yusuf Hapis Bongga
&
Ibu Ir. Herani


Siapa sangka, sebuah dealer motor menjadi saksi awal cerita kami. Waktu itu saya dengan niat untuk mengatar ibu dan adik saya untuk membeli motor, tapi malah menemukan sesuatu yang lebih berharga dari pada motor itu sendiri,seorang wanita rupawan yang bernama Eka. Niat membeli 1 buah motor tetapi juga mendapat 1 wanita rupawan, dan dari sinilah semua cerita itu bermula.
Empat tahun bersama ternyata seperti naik motor berboncengan: kadang jalannya mulus, kadang ada polisi tidur, kadang juga kehabisan bensin saat ditengah jalan namun semua itu berlalu dengan begitu saja, tapi semua cerita itu tetap terasa menyenangkan selama masih berdua. Saya belajar sabar dalam menghadapi mood Eka, dan begitupun Eka belajar menerima bahwa saya yang tidak sempurna ini terkadang terlalu santai dan acuh dalam permasalahan yang ada. Tapi justru itu yang bikin kami merasa saling melengkapi dan tetap mengerti dengan keadaan yang kami alami bersama.
Pada akhirnya, setelah empat tahun perjalanan cinta yang penuh tawa, tangus, suka dan duka, serta makan enak bareng, saya memantapkan hati untuk mengajak Eka ke langkah berikutnya. Eka mengangguk dan katanya, “Kalau dari dealer aja bisa cocok, masa untuk masa depan nggak?” Dan begitu saja, kamipun resmi bertunangan. Kini, kami berdua siap untuk melanjutkan perjalanan hidup… tentu saja kedepannya kami tetap akan belajar dan bersama menghadapi kerasnya dunia untuk menuju hari bahagia yang kami nantikan bersama.

Wedding Gift

Merupakan kehormatan dan kebahagiaan bagi kami apabila Bapak/Ibu/Saudara/I dapat hadir di acara pernikahan kami. Atas Do’a dan kehadirannya kami ucapkan terimakasih.